Kalo dihitung pake jari tangan dan jari kaki, kayaknya gue butuh jari tangan dan kaki sahabat-sahabat gue untuk menjumlahkan berapa banyak “umat” yang menanyakan tentang profesi JURNALIS yang gue sandang. Pertanyaan klise menjurus ke standar itu adalah “Enak nggak sih jadi jurnalis? Ato, apa enaknya sih jadi jurnalis?“
Ria, kamu kerjanya ngapain aja sih? Jalan-jalan dan makan makanan enak. Kalau kalian mendengar percakapan itu, mungkin yang tebersit dalam benak kalian kira-kira seperti ini, Enak banget hidupnya. Dia beruntung banget. Andai aku bisa seperti dia. Memang sih, pekerjaanku terlihat sangat menyenangkan. Namun, kupikir ini nggak sepenuhnya benar. Banyak sisi gelap dari kehidupan dan pekerjaanku yang…