Art Original
Filsafat untuk Pemalas
Di sisi yang lain, Filsafat juga tak jarang dicitrakan sebagai satu bidang ilmu yang angker, mengancam akidah dan kemapanan, liar serta ugal-ugalan tak berakhlaq.
Filsafat juga tak jarang dijadikan kambing hitamkan atas kemalasan pemeluk agama tertentu karena dianggap jadi trigger untuk meninggalkan perintah agamanya, seperti tidak solat misalnya? Hehe.
Pertanyaannya adalah, apakah filsafat sedemikian menakutkan? Dan apakah belajar filsafat memang harus seserius itu? Tidak bisakah umat manusia, wabil khusus, kaum milenial dan gen Z yang lebih prefer memegang gadget itu menikmati makhluk Tuhan bernama filsafat sambil main tik-tok atau sekedar update status di Twitter dan instagram? Bisakah kaum rebahan memasuki alam pikir falsafi tanpa harus berpusing-pusing ria dengan konsep-konsep filsafat yang aneh-aneh dan membingungkan, serta tidak takut dicap-stempel kafir dan murtad karena mempelajari filsafat?
Filsafat pada dasarnya memang serius. Dalam arti bahwa, apa yang menjadi pembahasan filsafat, dikupas tuntas secara radikal, mendalam dan rasional, meskipun bisa saja dilakukan sembari menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, dengan sesekali dibumbui tawa renyah dari ilustrasi-ilustrasi lucu yang digunakan dalam menyederhanakan penjelasan.
Kendati demikian, Anda tidak perlu bersedih hati, jangkar kajian filsafat itu sangat luas, lebih luas dari alam semesta. Bayangkan, Tuhan yang maha besar saja bisa masuk jadi pembahasan dan menjadi terlihat kecil di alam pikiran filsafat, apalagi makhluk ciptaannya. Dengan kata lain, objek kajian filsafat itu mencakup segala hal, baik hal-hal yang bersifat teoritis-konseptual, maupun yang bersifat praktis.
Buku filsafat untuk pemalas Karya Almukarrom Abuya Kiai Ach. Dhofir Zuhry ini rupanya ingin menunjukkan bahwa filsafat itu tidak hanya teori an sich, tidak hanya bicara soal benar salah dengan segala bentuk turunan dan perdebatannya, bahkan filsafat yang hanya teori itu tidak afdol disebut filsafat.
Filsafat adalah sebuah pergulatan pikir yang akan membawa pada tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan. Pada titik ini, filsafat adalah The way of life (jalan hidup), world view (pandangan jagat). Demikian saya kira yang ingin ditegaskan penulis dalam bukunya ini.
Berbeda dari karya-karya penulis (Ach. Dhofir Zuhry) sebelumnya, buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat kekinian, sarat dengan istilah-istilah baru yang tidak begitu populer di masyarakat.
Tidak tersedia versi lain